Cari Blog Ini

Profil

بسم الله الرحمن الرحيم
Berawal dari sebuah permintaan salah seorang guru MA Plus Darul 'Ulum (MADU) daimana MADU adalah tempat kami belajar di tingkat Menengah Atas saat itu, Kecamatan Baregbeg, Ciamis, meminta kepada kami untuk ikut festival Sholawat di Desa Petirhilir (2011), kemi ber-enam mencoba memadukan musik Tagoni dengin vokalis perempuan 4 orang padahal kami sebelumnya belum pernah memegang alat musik seperti itu. Ada rasa malu dan kurang PD pada waktu itu kerena festival tersebut khusus untuk ibu-ibu.

Pada tahun 2012 awal kami ikut festival nasyid di Unigal (Universitas Galuh Ciamis), kami saat itu termasuk angkatan pertama. Walau tampil kami kurang maksimal masih banyak kekacauan dalam memainkan tapi ternyata masih ada saja yang menyukai musik dan sholawat yang kami bawakan sehingga kami mendapat undangan tampil di MTs. Darul 'Ulum (masih se-yayasan dengan MADU) di akhir semester 2.

Pergantian semesterpun mulai, kami naik menjadi kelas 11 MADU, murid barupun mulai masuk. Kemudian ada yang meminta tampil lagi di Kecamatan Baregbeg dan di Desa Petirhilir pada acara Tabligh Akbar. 3 Bulan setelah itu kemudian kami diberikan alat Hadroh. Untungnya pada saat itu untungnya ada salah satu santri Darul 'Ulum yang ahli dalam Hadroh.

Dari Tagoni menjadi Nasyid lalu menjadi Hadroh. Nah, dari Hadroh lah kami menjadi bernama Al Fatir (nisbat dari nama PP Darul 'Ulum/ Pst. Petir)

Pada tanggal 25 November 2012 kami mendapat bimbingan dan perhatian dari Ust. Manan (Cirebon), Ust. Yanto (Majalengka), Ust. Memed, kami terus eksi walau personilnya terus berganti. Maklum santri tidak selamanya terus mondok)

Dari tahun 2012 hingga sekarang, kami terus mencoba variasikan musik kami dengan keadaan musik yang populer di masyarakat pada zamannya seperti shalawat bernada dangdutan, shalawat Habib Syechan. Tapi itu semua semata-mata untuk mengajak masyarakat bersholawat dan merangkulnya untuk mencintai nabi.

و الله اعلم

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Katagori